Catatan Ide dan Inspirasi
  • Home
  • Catatan
  • Ide
  • Inspirasi
  • Contact

Kalau ditanya tahun 2023 ini saya ingin belajar apa yang pastinya banyak. Namanya juga manusia punya keinginan tak terbatas. Rasanya semua ingin dipelajari, namun kemampuan, kesempatan, dan kebutuhan juga yang menentukan, plus konsisten dan komitmen terhadap yang dipelajari.

Ingin belajar video editing lagi, dulu sudah pernah hanya saja tidak ditekuni dengan alasan klasik, rutinitas harian. Ingin memfasihkan kemampuan berbahasa Inggris lagi, ingin ambil kelas belajar SEO blog lagi, public speaking, pasar modal, investasi reksa dana, surat utang negara, termasuk belajar podcast. Random banget ya yang ingin saya pelajari. 

podcast
Ilustrasi podcast / Diolah dengan Canva


Belajar Podcast (Lagi)

Di bulan Desember 2022 saya dan teman-teman KLIP (Kelas Literasi Ibu Profesional) di program Ruang Berbagi (RB) mengangkat topik podcast dengan narasumber Kak Risna yang sudah lebih dulu malang melintang jadi pengurus KLIP dan membangun podcast Klub Buku KLIP (KBK).

Sayangnya saat berlangsungnya materi melalui televideo (Telegram), saya baru pulang dari kampus, tiba di rumah langsung buka laptop, sebagai wujud tanggung jawab terhadap pelaksanaan program RB yang dipegang. Konsekuensinya saya malah tidak konsentrasi ditambah dipanggil-panggil anak pula butuh ini itu maklum baru melihat ibunya di rumah.

Kesempatan Itu Datang Kembali

Alhamdullillah bulan Februari ini saya diajak bergabung ke telegrup Oprec (Open recruitment)-nya teman-teman grup Drakor Class. By the way, saya tahu sejarah terbentuknya grup Drakor Class ini. Orang-orangnya familier semua. Dulu di tahun 2018-2019 pertama kali bergabung di grup WA #99daysodop (maaf kalau keliru) lantas berubah menjadi KLIP. 

Di akhir hari menjelang jam Cinderella (pukul 00.00 WIB), setelah lega setoran, teman-teman bangku belakang aktif mengungkapkan sudah atau belum menyetor. Ternyata beberapa banyak yang sama, menjadi pejuang deadline hari itu, termasuk saya. Topik pembicaran pun mengalir acak termasuk merembet ke drama Korea yang sedang trending saat itu.

Uniknya, teman-teman yang suka ketemu di tengah malam ini pada jago juga nyetor tulisannya. Sebut saja Kak Risna yang selalu langganan badge You're Outstanding. Ada juga Mbak DK, Teh Shanty, Rella, siapa lagi maaf saya tidak ingat semuanya. Kalau saya kadang ikut kadang tidak. Tetapi selalu memantau perkembangan grup, hahaa apa siy. 

Yang menarik bagi saya, jadi dapat watch list drakor recommended yang enak buat ditonton di akhir pekan, plus aplikasi nonton drakor tuh di mana aja, waktu itu saya mengunduh aplikasi Viu dan setahun kemudian berpindah ke Netflix.

What's Wrong With Secretary Kim, Goblin, Touch Your Heart, Her Private Life, dan Crash Landing On You adalah beberapa yang saya tonton hasil dari obrolan teman-teman bangku belakang yang akhirnya membentuk grup khusus ngobrolin drakor yang hingga kini bernama Drakor Class. 

Waktu itu kalau tidak salah alasannya agar "keributan" kecil geng bangku belakang menjelang jam Cinderella tidak mengganggu member KLIP lainnya.

Kesempatan belajar podcast datang kembali saat The Cho Sisters, Dwi Tobing dan Rijo Tobing jadi pemateri untuk pekan kedua oprec Drakor Class, malam minggu 11 Februari 2023 pk. 19.30-21.00 WIB lalu.

Pentingnya Bikin Rencana Mau Bikin Podcast 

Dari event belajar saya jadi tahu kalau Podcast sudah dikenalkan di Indonesia sejak 2005 oleh bloger Boy Avianto. Menurut KBBI, podcast adalah siaran bisa berupa berita, musik, dan sebagainya yang dibuat dalam format digital baik audio maupun video, dan diunduh dengan internet.
Metoda yang paling praktis untuk menyalurkan dan mendokumentasikan ide, kreativitas, keresahan, dan sejenisnya. (Cho sweeney)
Bikin podcast bisa di Spotify, Anchor.fm, Noice, Roov, dan sebagainya. Namun tidak sekadar bikin akun podcast, penting untuk melakukan perencanaan. 
  1. Tujuan dan tema podcast yang dibuat
  2. Target pendengarnya
  3. Nama podcast 
  4. Format, bisa monolog, wawancara, percakapan/multi-host, story telling, hybrid (gabungan beberapa format.


Contoh-Contoh Podcast yang Bisa Jadi Bahan Belajar Podcast

Dalam belajar semestinya tahu caranya belajar (learn how to learn), dan melihat podcast yang sudah tayang adalah salah satu bagian dari belajar podcast secara efektif. Berikut contoh podcast yang bisa menjadi bahan untuk belajar podcast.

Contoh podcast-nya Drakor Class, dengan tema ngobrolin film, drama Korea, dan K-Pop dengan bahagia. Target pendengar, perempuan dengan rentang usia 20-44 tahun. Formatnya percakapan/multi-host. Episodenya, Forbidden Marriage: Jagain Jodoh Orang, Alchemy of Souls: Ada Apa di Season 2, dan masih banyak lagi.



Contoh lain, podcast-nya The Cho Sisters. Mengusung tema kehidupan, cinta, hubungan, dan hal-hal yang benar-benar ingin dicapai saat usia menginjak 40 atau lebih. Target pendengar perempuan usia 35-44 tahun dan formatnya percakapan/multi-host. Episodenya, Jodoh Trilogi (Apa itu jodoh, cari jodoh di mana, udah ketemu jodoh, terus?, Love at First Sight, dan masih banyak lagi.

Contoh yang satu lagi, podcast-nya Randomness Inside My Head milik Rijo Tobing, sama seperti judul bukunya, Randomness Inside My Head. Tema podcast, Korea, poetry, dan review. Target pendengarnya para penggemar Korea, puisi, dan review usia 28-34 tahun. Dengan format hybrid, monolog, dan wawancara. Episodenya, Poem reading, A Summary of Sejong 4 Materials, How's Life? In Jakarta, Review Novel "Ibu Tercinta" karya Kyung Sook Shin.


Bagaimana Memproduksi Podcast?

Menyiapkan alat

a. hardware: alat perekam misalnya mic, ponsel, laptop, mixer.
b. software: aplikasi untuk menyunting dan mengunggah (Anchor.fm, Audacity)

Menentukan topik dan menyusun skrip

Memulai rekaman

Menyunting hasil rekaman

Mengunggah ke layanan podcast


a. deskripsi episode
b. kover podcast

Contoh Skrip Podcast

I. Pembuka
a. perkenalan: diri, tamu/narsum, topik yang dibahas
b. memiliki sebutan khusus untuk pendengar

II. Pembahasan topik

III. Penutup
a. kesimpulan
b. salam penutup

Jangan Lupa Branding

Branding your podcast dapat dilakukan dengan cara sebaga berikut:

1. Promosi

a. media sosial
b. ikut komunitas podcaster
c. kolaborasi dengan podcaster

2. Mengangkat topik yang sedang diminati pendengar (trending)

3. Memiliki SEO yang baik (keyword pada judul dan deskripsi podcast).


Tips Belajar Podcast

  1. Mulai saja dulu, nah sudah benar dong saya, bikin akun di Anchor.fm lumayan lama
  2. Konsisten, sebaiknya punya jadwal rutin mengunggah podcast 
  3. Punya partner (berbagi tugas, saling mendukung dengan kelebihan masing-masing)
  4. Rajin mengecek rating episode, hal ini perlu sebab menjadi bahan untuk membuat konten yang dibutuhkan para pendengar.

Demikian hal yang saya pelajari di tahun 2023 ini yaitu belajar podcast. Semuanya masih proses, belum ada produksi podcast, mudah-mudahan saya berhasil jadi podcaster yang produktif dan konten-kontennya bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya orang.

Terima kasih The Cho Sister atas materinya, gomawo Drakor Class!

Salam semangat.

Sumber: 
Materi Belajar Podcast dari The Cho Sisters (Dwi Tobing dan Rijo Tobing), yang disampaikan di televideo Telegram dalam rangka oprec Drakor Class.



Kami menjalani Tour de Sumbar 2022 selama satu pekan, 24-31 Desember 2022, berangkat dari Medan pagi hari, tiba di Sibolga malam harinya. Lalu melanjutkan perjalanan hari kedua melalui jalan lintas Sumatra lintas barat. 

Malamnya menginap di Kota Nopan, lalu perjalanan hari ke-3 ke Bukittinggi, menginap di hotel dekat Jam Gadang satu malam. Esoknya melanjutkan tour ke Padang, menginap di hotel syariah di Padang. Malamnya kami melanjutkan lagi ke Batu Sangkar, tempat Istano Raja Baso Pagaruyung berada. 

Menginap di hotel pertama yang dijumpai ketika mobil mencapai turunan. Dan dari Batu Sangkar, kembali lagi di Bukittinggi, terus ke perbatasan Sumatra Utara, menginap di Balige, dan Alhamdulillah Sabtu siang kami sudah tiba kembali di rumah tercinta. 

7 Hari 6 Malam Banyak Pelajaran Digenggam

Perjalanan kami dengan squat terdiri dari 6 orang, saya dan suami serta empat anak terhitung touring yang santai.  Prinsipnya ketika hari sudah gelap, maka kami mlipir mencari hotel/penginapan/guest house terdekat.

Hari pertama saya memang memesan hotel lewat agen travel online, namun malam kedua dan seterusnya pemesanan dilakukan secara langsung saja dengan bertanya pada resepsionis hotelnya. Apa saja pemaknaan yang didapat dari perjalanan 7 hari 5 malam yang kami jalani sekeluarga?



1. Lebih Merekatkan Hubungan Antar-Anggota Keluarga

Pasangan sutri bekerja seperti kami pada waktu pagi harinya bertemu saat sarapan, lalu dapat bersua lagi pada saat makan malam. Meski saya selalu yang berusaha lebih dahulu tiba di rumah karena harus beres-beres dan menyiapkan makan malam, suami dengan beban kerjanya lumayan padat, sampai di rumah sudah kelelahan, setelah salat magrib biasanya butuh tidur dulu, baru makan malam.

Melalui tour de Sumbar 2022 ini selama sepekan nonstop saya dan suami berkesempatan ngobrol lebih intens dan jadi lebih mengenal lagi karakter pasangan, serta membuat kami jadi makin kompak sekeluarga. Dengan anak-anak juga demikian, satu per satu anak jadi lebih banyak tukar pikiran, curhat, dan bercengkerama bersama, beda dengan rutinitas sehari-hari sedikit sekali ritme interaksinya.


2. Melatih Kesabaran

Berada di dalam mobil terus berjam-jam pastinya bikin anak-anak tidak betah apalagi home team kami ada balitanya, si bungsu. Ketika memang belum sampai di lokasi tujuan di hari itu paling kami menepi di masjid untuk salat jama' qashar sekalian buang air kecil. 

Anak-anak dilatih kesabarannya, menunggu hingga sampai ke tempat tujuan. Tidak mudah mengeluh tentang letihnya tubuh karena dalam posisi duduk terus. Kami orang tuanya juga dilatih kesabarannya dalam menghadapi pertanyaan anak-anak kenapa belum sampai juga, rasanya sudah lama sekali.

3. Mengenal Budaya Setempat

Berkunjung ke provinsi lain yang budayanya hanya bisa dilihat di televisi dan di internet menjadi sangat menarik saat melihatnya secara langsung. Senang sekali ketika kami bersantai di Taman Jam Gadang. Jadi mengetahui bahwa banyak pengunjung yang menghabiskan waktunya di area jam kebanggaan kota Bukittinggi ini.

Ranah Minang yang eksotis, bentang alam yang sangat indah, berikut budayanya yang cantik, memberikan pengetahuan kepada anak-anak, begini lho rumah bagonjong atau rumah baanjuang yang biasanya hanya bisa dilihat di kalender-kalender. Demikian pula makanannya yang kaya bumbu, di Bukittinggi ada Nasi Kapau, di Padang ada Nasi Ampera, yang oleh orang luar Minang dikenal sebagai Nasi Padang.

4. Mengasah Jiwa Survival

Enam malam selama turing, kami menempati enam hotel. Hotel Cendana Nur Syariah di Sibolga, Pesanggarahan Pemprov di Kota Nopan, Hotel Indria di Bukittinggi, Guest House syariah Sanaya di Padang, Hotel Satria di Batu Sangkar, Penginapan Pardomuan di Panti, Tapanuli Selatan, hingga akhirnya tidur di rumah lagi malam Ahadnya.

Di antara tempat menumpang tidur di atas, meskipun bayar ada juga yang memberikan pengalaman tidak nyaman kepada kami. Kamar mandi yang jorok, air yang terbatas, fasilitas yang tidak sesuai dengan harga yang kami bayarkan, dan sebagainya. 

Semuanya melatih anak-anak untuk punya jiwa survival, mampu tinggal di penginapan manapun tak tidak terganggu dengan hal-hal yang bikin hati sebal. Toh, kamu juga cuma numpang meluruskan pinggang alias tidur, agar esok harinya dapat melanjutkan lagi perjalanan tour de Sumbar 2022 ini.

5. Lebih Menghargai Perbedaan

Bertamu ke "rumah" orang lain tentunya ada tata kramanya. Tidak menghina kebiasaan dan tradisi budaya lokal, tetap menjaga kebersihan, bersikap ramah sewajarnya kepada penduduk setempat. Anak-anak jadi tahu rasa dan tampilan Sate Padang di Medan dan sate di Sumatera barat. Meski menurut saya sama saja, sama-sama enaknya.

Di kawasan wisata turis yang datang tentunya tidak hanya kami, banyak sekali turis domestik dan sesekali tampak turis bule. Banyaknya orang yang dilihat, membuat anak lebih menghargai perbedaan. Bahwa semua manusia diciptakan berbangsa-bangsa agar bisa saling kenalan.

6. Lebih Meresapi Keagungan Allah SWT

Mengarungi alam Sumatra yang luas sekali, melewati hutan diperbukitan, naik turun lembah, dan menyeberangi jembatan adalah hal yang berkali-kali ditemui di sepanjang jalan. Terutama pada malam hari melalui lereng gunung dengan jalan berliku-liku sementara di bawahnya jurang, tanpa ada separator antara jalan dan tepi jurang.

Di titik inilah anak-anak komat-kamit berdoa agar kami selamat dan bisa sampai dengan selamat di tempat tujuan. Terasa sekali bahwa manusia ini lemah dan tiada daya upaya selain mengharapkan pertolongan dari Allah SWT. Benar-benar perjalanan spiritual berjemaah bersama anak-anak.

Tour de Sumbar 2022
Kami saat berfoto di samping Istana Pagaruyung, Batu Sangkar, Kab. Tanah Datar, Sumatera Barat


Kesimpulan

Makna dari suatu perjalanan amat sangat banyak dari perjalanan kami sekeluarga Tour de Sumber 2022 lalu. Antara lain merekatkan hubungan anggota lainnya. Melatih kesabaran, lebih mengenal budaya setempat, melatih kesabaran, mengasah jiwa survival, dan lebih berserah diri kepada Allah SWT.

Ulama mengatakan bahwa kenalilah seseorang dengan mengajaknya safar (bepergian). Sebab pada saat safar itulah akan terlihat watak asli seseorang.

Nah, gimana dengan kamu, ada makna apa dari perjalananan kalian, teman-teman?

Salam semangat!


















Cafe atau kafe (KBBI) sangat cocok dijadikan tempat bersantai setelah disibuki seabrek rutinitas selama hari kerja. Kalau nongrongnya bersama teman-teman kantor sih biasa, tetapi kalau nongkinya bareng keluarga nah itu baru luar biasa.

Keluarga kami terdiri dari enam orang, saya, suami, si sulung Rara, si abang nomor dua Royyan, si nomor tiga Ririn, dan si bungsu Rausyan. Jika tidak dalam masa ujian kami pasti mendatangi kafe favorit yang bikin nyaman duduk-duduk dan ngobrol asyik sekeluarga.

Mengapa Jadi Kafe Favorit?

Ada sejumlah alasan mengapa kafe ini menjadi kafe favorit keluarga kami. Berikut alasannya,

1. Tak Begitu Jauh dari Rumah

Jauh dekat sebenarnya relatif, asalkan tidak terlalu jauh sampai keluar kota, mendaki gunung atau naik penyeberangan lautan, hitungannya masih dekat. Kafe ini hanya berbeda dua kecamatan dari tempat tinggal kami. 

Kebetulan dekat dengan jalan eks rumah kami yang dulu, dan sekolah anak-anak juga dekat dengan kawasan ini juga, sehingga jadi lebih familier dengan kafe ini. Meskipun kafe ini hanya buka setelah jam magrib hingga pukul 02.00 WIB dini hari. Kami ke sana biasanya antara pukul 19.00 sd 21.00 WIB.

kafe favorit
Anak-anak suka ikut bersantai bersama di kafe ini


2. Menyediakan Hidangan Ramah Anak

Kafe Boh Ate yang saya maksud ini seperti namanya yang punya orang Aceh, btw, kafe-kafe orang Aceh banyak sekali bertebaran di Medan beriringan dengan banyaknya warung sembako yang owner-nya dari kota Serambi Mekah. 

Boh Ate artinya buah hati berarti kesayangan, lazimnya dinisbatkan kepada anak. Maka tak heran jika menu makanannya juga mengikutsertakan menu untuk anak seperti kentang, sosis, nugget, mi dan nasi goreng, mi rebus, dan masih banyak lagi.

3. Tempat Nobar Piala Dunia

Saat ini sedang babak perempat final pertandingan Piala Dunia Qatar 2022, sudah pasti suami tak akan melewatkan satu pertandingan pun. Sebagai suporter yang baik, saya dan anak-anak mendukung dengan ikut serta di kafe Boh Ate. 

Terkadang saya membawa laptop buat ngeblog atau anak bawa bukunya buat bacaan. Suasananya ramai tetapi kondusif kok untuk melakukan aktivitas sendiri.

4. Harga Ramah di Dompet

Sebagai orang tua dengan empat orang anak tentunya tidak bijak jika asal memilih kafe tanpa mengetahui harga menu-menunya. Bukan terlampau irit, pengalaman makan tanpa cek harga pernah membuat kami seakan tertipu. Makanan yang didapatkan tidak sepadan citarasanya dengan uang yang telah dikeluarkan. 

Di kafe Boh Ate tidak demikian, menu makanannya jelas terpampang beserta harganya dan terjangkau sekali sebab harganya standar saja. Istilahnya citarasa resto hotel bintang lima namun harga kaki lima, keren kan.

5. Mudah Parkirnya

Salah satu pertimbangan mampir di suatu kafe bagi kami adalah kemudahan memarkirkan kendaraan. Sehingga tidak kesulitan lagi mencari-cari di mana mobil berhenti sementara menunggu kami selesai ngafe. 

Di Boh Ate sebetulnya tidak memiliki halaman parkir milik sendiri, namun di sepanjang trotoar ke arah kiri dan kanan kafe, diperkenankan untuk parkir, dengan membayar Rp 3000,- untuk satu kali parkir. Petugas parkirnya juga sudah dikenal, ramah, dan suka membantu tanpa diminta.

Kesimpulan

Kafe favorit kami sekeluarga adalah Boh Ate, yang dalam bahasa Indonesia berarti buah hati atau anak. Suasananya nyaman meski tidak pakai AC karena situasinya di beranda yang luas suatu rumah. Lokasi mudah dijangkau, strategis terletak di pinggir jalan Halat, Medan. 

Boh Ate tak begitu jauh dari rumah, menyediakan hidangan ramah anak, tempat nobar World Cup Qatar 2022, harga ramah di dompet, dan mudah parkirnya.

Demikianlah ulasan tentang kafe favorit kami sekeluarga, masih ada kafe-kafe lainnya seperti Mie Ayam Jamur Haji Mahmud, namun di Boh Ate inilah yang paling sering kami kunjungi. Bagaimana dengan teman-teman semua, kafe apa nih tempat nongki sekeluarganya? Sharing di kolom komentar di bawah ini yuk.

Salam semangat!







Salam semangat teman² pembaharu.

Saya Nurhilmiyah salah satu anggota Tim Kaizen, wadah bagi siapa saja untuk mempelajari dan mendalami masalah komunikasi produktif bersama anak sebagai generasi digital native.

Ruang ini dibangun oleh banyaknya masalah komunikasi antara orang tua dan anak sehingga sulit terjalin hubungan harmonis di antara kedua pihak.

Logo Tim Kaizen

Visi misi kami membangun kesadaran para orang tua, guru, media atau siapa saja yang ingin membenahi komunikasi yang terbentuk di ruang mana pun sehingga lahirlah generasi memiliki adab mulia dan pemikiran yang kritis yang siap terhadap perubahan apapun nantinya.

Silakan mengunjungi media sosial kami untuk lebih mengenal lebih dekat lagi di :

https://linktr.ee/Timkaizen

Website:

https://komunikasiproduktifkeluarga.blogspot.com

Komunikasi Produktif Keluarga Adaptif

Salam,

Tim Kaizen

Nurhilmiyah

Komunikasiproduktifkeluarga.blogspot.com ini adalah situs web Tim Kaizen yang berisikan konten edukatif tentang penerapan komunikasi produktif bersama anak digital native di dalam keluarga. 

Kami berkolaborasi atas dasar kesamaan problem statement terhadap persoalan pembelajaran jarak jauh anak selama pandemi, manajemen screentime gadget anak dan seputar masalah yang berkaitan dengan itu.

Ketika anak bersekolah secara daring dari rumah, pembelajarannya hanya 1 jam, main gim daringnya bisa berjam-jam. Ini adalah contoh sederhana yang akrab dijumpai sehari-hari di dalam rumah-rumah keluarga Indonesia. 

Bagaimana menyentuh hati anak agar mau mendengarkan nasihat ayah bundanya, apakah cukup dengan membatasi penggunaan gawai, cara apa yang diterapkan orang tua agar anak tidak semakin menjauh dan malah asyik dengan HP-nya. Hal-hal seperti inilah yang menjadi fokus kami saat ini dan ke depannya.

View this post on Instagram

A post shared by Tim Kaizen (@timkaizen)



Postingan Instagram di atas adalah contoh konten edukasi harian kami. 

Bergerak bersama di Kelas Bunda Saleha Batch 1 Institut Ibu Profesional (IIP), kami bergandengan tangan memasuki ekosistem Ibu Pembaharu, inovator sosial yang mampu mengubah empati terhadap masalah-masalah di sekelilingnya menjadi aksi. Aksi untuk menemukan solusi.

Kami juga melakukan riset berupa survei masalah komunikasi yang diinginkan anak untuk usia SD - SMA. Hasilnya bisa dilihat di konten edukasi rutin pada media-media sosial kami yaitu Facebook dan Instagram.

Salah satu program tim lainnya adalah menyusun bahan edukasi untuk menjangkau publik yang sulit mendapatkan akses internet serta strategi pelaksanaannya. 

Berbekalkan sumber daya pendukung yang kami miliki, berupa HP, laptop, jaringan internet, akun media sosial, website, dan fasilitas Zoom Pro, maka kami mengadakan workshop tematis mengenai komunikasi produktif bersama anak digital native. 

Hal ini bersesuaian dengan Sustainable Development Goals (SDG's) yang menjadi masalah bersama di seluruh dunia, khususnya untuk mendukung terciptanya pendidikan bermutu.

Event edukatif ini akan terus kami selenggarakan secara terjadwal, diharapkan ber-impact pada terwujudnya pendidikan bermutu, tidak saja kepada anak-anaknya tetapi yang terpenting adalah orang tuanya, juga turut teredukasi.

Adapun penulis di dalam situs web ini adalah:

1. Nurhasnah Hasan, leader Tim Kaizen asal Tangerang Selatan
2. Sri Tantri Sintia Indriati, anggota Tim Kaizen asal Yogyakarta
3. Nurhilmiyah, anggota Tim Kaizen, asal Medan
4. Ika Damayanti, anggota Tim Kaizen, asal Surabaya

Email: timkaizen2021@gmail.com

Facebook: Tim Kaizen
Instagram: @timkaizen

Ingin bekerjasama dengan tim kami, silakan menghubungi melalui email di atas ya, terima kasih.

Bismillah, kali ini lumayan deg-degan menuliskan artikel untuk jurnal feedback 8, sebab diwajibkan menuliskan satu per satu Mastermind and False Celebration untuk Tim Kaizen dan anggotanya. 

Menuliskan mastermind dan false celebration ini penting sebagai bahan perenungan (mau nulis evaluasi kok gak biasa ya, karena di IP itu uniknya adanya apresiasi, bukan monev atau monitoring dan evaluasi kayak sistem manajemen pada umumnya). Sebagai bahan perenungan untuk terus menerus membenahi diri dan tim. Agar layak menjadi bagian dari ekosistem Ibu Pembaharu.

Self Assesment

Self assesment ini sangat krusial dilakukan karena hasil penilaian itu nantinya dapat digunakan menjadi data yang menunjukkan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki diri saya sendiri, tim, maupun teman-teman satu tim lainnya. 

feedback 8
Squad of Team Kaizen


Hal-hal yang harus dituliskan jawabannya


self assesment diri tim dan teman2
Self Assesment terhadap diri sendiri, tim, dan teman-teman tim


Peer Assesment

Setelah melakukan self assesment dan memperoleh poin-poin yang dibutuhkan, maka tahap berikutnya adalah peer assesment, melakukan penilaian terhadap sahabat-sahabat satu tim. 

Bagi saya mereka bukan sekadar teman sebatas kenal namun lebih dekat dari itu, sahabat seperjuangan yang memiliki problem statement yang sama dalam menerapkan komunikasi produktif pada anak digital native untuk mendukung tercapainya pendidikan bermutu. 

menilai teman se-tim
Hal-hal yang mesti dijawab terkait peer group

peer assesment tim kaizen
Peer assesment untuk sahabat2 di Tim Kaizen

peer group ti kaizen
Peer Assesment dari saya

Kesimpulan

Feedback 8 ini berisikan tentang Mastermind dan False Celebration. Saya diminta tim formula untuk menuliskan tentang self assesment dan peer assesment para sahabat di Tim Kaizen. Doa kami semoga tim kami layak dijaring masuk menjadi bagian dari ekosistem Ibu Pembaharu.

Demikian jurnal feedback saya kali ini, teriring doa semoga founding mother, Ibu Septi Peni Wulandani dan keluarga senantiasa dalam keadaan sehat walafiat, begitu pula dengan Mantika Endang Prasdianti dan tim yang mumpuni sekali memandu para mahasiswa Bunsal dan calon-calon Ibu Pembaharu agar on track melaksanakan kewajibannya.

Tak lupa doa agar selalu istikamah menerapkan komunikasi produktif bagi sahabat-sahabat saya di Tim Kaizen. Sekiranya kita berhasil masuk ke dalam ekosistem Ibu Pembaharu, semoga Allah SWT meridai jalan ini dan memberikan kekuatan kepada kita semua untuk menjadi inovator sosial di keluarga dan lingkungan masing-masing. Allahumma aammin.

Salam Ibu Pembaharu!





Konferensi Ibu Pembaharu digelar pada 17 sd 22 Desember 2021 di website Konferensiibupembaharu.id. 

Amazing! Kata itu yang bisa saya ungkapkan melihat gegap gempitanya perhelatan akbar dua tahunan ini. Padahal tim yang berada di balik layarnya terdiri dari beberapa orang saja, namun semaraknya terasa hingga ke seluruh dunia.

Hall conference

Saya mengikuti dari awal pemaparan narasumber yang dimulai pada 17 Desember 2021, yaitu Mbak Ines Setiawan dengan Shine nya. Banyak insight yang diperoleh, terutama mengenai sustainable living khususnya semangat untuk mengelola sampah dari rumah.

Lalu saya mengikuti juga Mbak Juju yang content creator, sukses dengan postingan masakannya di Ceceromed Kitchen. Sangat menginspirasi sekali untuk tetap berkarya meski di rumah saja.



Saya memanfaatkan kesempatan bertanya di sesi Mbak Heni


Akhirnya skripsi saya selesai juga, rasanya senang sekali. Hampir tak percaya sebab membuatnya di tengah-tengah himpitan rutinitas yang amat padat.

Webinar dan virtual meeting yang antre terus setiap harinya, wajib diikuti. Rapat-rapat reguler fakultas, dan mengerjakan tugas-tugas kuliah S3, nyaris membuat saya kehilangan jati diri sebagai seorang yang punya passion menulis.

Alhamdulillah ebook saya akhirnya rilis tahun ini. Gembiraaa sekali. Buah dari menabung tulisan yang saya kerjakan dulu Sehari Satu Tulisan Bersama KLIP. Ada rasa haru, momen akhir tahun ini saya berhasilkan menelurkan sebuah karya

buku digitalku

Saya merasa beruntung ketemu komunitas seperti KLIP ini. Sahabat-sahabat yang saling menyemangati untuk terus konsisten Menulis, bagaikan pendingin udara selepas berkeliaran di cuaca panas luar rumah.

Dalam setahun ini saya tidak ada bolong tak dapat badge, meski hanya badge Youre Good, namun saya jadikan suatu kewajiban untuk memenuhi syarat minimal memperoleh badge, yaitu menyetorkan 10 tulisan dengan jumlah kata di atas 500 kata.

Demikian aliran rasa saya tentang KLIP, tempat berkumpulnya para penulis inspiratif, para pembaca buku maniak, yang saling berbagi vibes positif dan lahan subur bagi penjemput motivasi menulis.

Ke depannya saya ingin ikut KBK secara konsisten, melahirkan karya lebih banyak lagi, dan terus menulis bersama sahabat-sahabat KLIP.

Teman-teman... KITA LULUS!!!



Masyaallah tabarakallah,, sampai juga di Jurnal ke-8, Scale up, meningkatkan, naik terus, menuju perbaikan berkesinambungan seperti nama tim kami yaitu Kaizen. Setelah melalui beragam tantangan dan mewujudkan aksi untuk solusi, maka saatnya menilai diri sendiri, sudah layak atau belum menjadi seorang ibu pembaharu.

Kriteria Kelulusan

Dikutip dari situs resmi Ibu Pembaharu, kriteria lulus secara personal, ditentukan oleh masing-masing mahasiswa. Setiap mahasiswa di Kampus Ibu Pembaharu berhak untuk membuat indikator lulusnya masing-masing sesuai dengan kemampuan dan target mengikuti perkuliahan di Kampus Ibu Pembaharu. 

Indikator lulus versi personal ini akan menjadi bahan diskusi di saat penentuan lulus tidaknya mahasiswa di akhir pembelajaran. Indikator lulus versi personal ini dibebaskan bentuknya mau seperti apa, yang penting adalah terukur. 

Contoh indikator sukses personal adalah sebagai berikut:


  1. Saya bangga dinyatakan lulus sebagai ibu pembaharu apabila mampu menyelesaikan 1 masalah hidup saya.
  2. Saya bangga dinyatakan lulus sebagai ibu pembaharu apabila mampu menulis minimal 1 artikel setiap pekannya tentang perjalanan saya menjadi Ibu pembaharu.
  3. Saya bangga dinyatakan lulus sebagai ibu pembaharu apabila mampu menuliskan 1 artikel per minggu mengenai perjalanan saya menjadi ibu pembaharu, DST.

Indikator yang Nurhilmiyah buat untuk dirinya

  1. Saya bangga ketika berproses menerapkan komunikasi produktif bersama keempat anak saya di rumah
  2. Saya bangga ketika mampu memberikan dampak pada pola komunikasi bersama pasangan, sehingga akhir-akhir ini suami menerima pesan-pesan yang saya sampaikan. Sebelumnya agak berdebat dahulu sebab suami merasa untuk lancar berkomunikasi tak perlu ilmu macam-macam. Istri menaati suami saja, titik.
  3. Saya bangga ketika menuliskan tentang perjalanan saya sebagai ibu pembaharu di blog utama saya, yaitu fadlimia.com. 
Berikut judul-judul artikel saya tersebut:
  • Cara Ibu Pembaharu Mengatasi Masalah
  • Menuju Solusi dengan Membangun Tim
  • Senangnya Berkolaborasi
  • Bangga Menjadi Ibu Rumah Tangga
  • Perempuan di Era Digital
Sementara di blog subdomain (masih gratisan) catatanideinspirasi.blogspot.com saya menuliskan 12 artikel jurnal dan reviu, termasuk jurnal ke-8 ini.

    4.  Saya bangga ketika bergabung bersama-sama teman-teman ibu pembaharu Tim Kaizen. Benar sekali bahwa yang namanya bunda salehah itu tidak bisa bekerja tanpa tim, ia mesti bergerak bersama mewujudkan solusinya.

     5. Saya bangga ketika Tim Kaizen merayakan kesuksesan menggelar acara Mini Workshop ANAKKU PROBLEM SOLVER pada 27 November 2021 lalu. Selepas acara kami setelah seluruh peserta dan narasumber left group, kami berempat mengadakan sesi apresiasi, bertepuk tangan bersama dengan senyum lega. KITA BERHASIL!!! Ah, terharunya... di tengah kesibukan rencana tetap bisa terlaksana dengan baik.

       6. Saya bangga ketika berhasil menyetorkan seluruh jurnal dan reviu beserta questival dan event-event-nya. Meski dalam keadaan lelah dan mata mengantuk, semangat untuk menuntaskan problem statement bersama, mengalahkan itu semua. 

       7. Saya bangga ketika berhasil posting edukasi rutin di akun media sosial Tim Kaizen
 8. Saya bangga ketika berhasil menulis keempat artikel di website komunikasiproduktifkeluarga.blogspot.com.
Saya yang sejak 2009 ngeblog dan sangat intens di blog TLD sejak 2019, merasa sangat menikmati membuat artikel di sana. Sebelumnya saya menulis artikel tim di sini.

Ke depannya saya berkewajiban mempercantik blog kami dengan memilihkan template yang keren dan representatif untuk Tim Kaizen.

Dan untuk kedelapan indikator di atas, saya berpendapat bahwa Nurhilmiyah layak LULUS menjadi IBU PEMBAHARU.

Berikut video tim kami: bit.ly/VideoTimKaizen

Dan ini video saya sebelum digabungkan ke dalam video tim, salam ibu pembaharu!



 










Alhamdulillah dapat pasangan buddy Mba Hani, teman satu co housing saya di Cluster Kepenulisan, tepatnya Gerha Aksara. Wah kami kangen-kangenan nih.


Nama Buddy: Hanifati Nur Shabrina
Tim: Tazkiya Project


reviu apresiaksi


Berikut hasil reviu dari saya:


1. Analisa dampak dari Mba Hani dan Tim Tazkiya menurut penilaian saya sudah baik. Sebab ada proses evaluasi dan mereka mengetahui kebermanfaatan aksi pencegahan sampah, terutama untuk diri sendiri.

reviu buat mba hani



2. Melihat Theory of Change, sudah mengalir, runtut, sesuai dengan yang diharapkan. Dari input hingga impact terjawab sebagaimana aksi yang telah dilakukan.

Hanifati Nur Shabrina


3. The Logic Model sudah tercapai, jika mampu mencegah 1 sampah selama 1 bulan, maka target tercapai, sebaliknya jika tidak, maka akan turun level. 

Reviu ApreAksi


4. Risk Management Tazkiya Project juga sudah dijalankan sesuai harapan dan kemampuan masing-masing anggotanya. Khususnya Mba Hani yang bertekad bijak berplastik dengan memasak sendiri saat akhir pekan.

pengurangan sampah dari rumah


5. Alhamdulillah Mba Hani dan teman-temannya satu tim di Tazkiya Project tetap akan melanjutkan project-nya.

pelestarian lingkungan


Semoga diberi kemudahan ya Mbak, salam buat teman-teman di Tazkiya Project.


Salam ibu pembaharu


Alhamdulillah syukur yang tiada terkira saya lafazkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kemudahan dan kelancaran hingga aksi kami bisa diselenggarakan sesuai rencana. Kami mengadakan mini workshop bertema ANAKKU PROBLEM SOLVER. 

Padahal kami semua tengah didera kesibukan, ada yang sedang punya bayi barusan imunisasi (si mbak leader, Nana), ada yang setiap harinya ngantor dan juga mengurus rumah tangga (mbak Tantri), yang sedang mengungsi di rumah ibuk karena rumah sedang direnovasi, juga saya yang pada saat hari H memiliki 3 acara plus saya bikin semur ayam untuk suami dan anak-anak. 

Subhanallah seru sekali. Kalau bukan Allah yang memberi kekuatan, mungkin satu pun dari kegiatan yang bersamaan seperti itu tidak ada yang bisa dijalani hingga usai. Ya, 1 laptop saya gunakan sebagai host zoom acara mini workshop, 1 device lainnya yaitu HP saya gunakan untuk menyimak kuliah dari profesor. 

Tak cukup sampai selesai kuliah, kami peserta S3 diwajibkan ikut webinar pula, akhirnya acara yang sambung menyambung mesti diikuti. Karena mini workshop saya juga ada tugas sebagai pemandu Breakout Room, maka yang webinar tidak saya ikuti (hanya on-cam saja). 

Bagaimana pun fokus itu hanya satu dan saya memilih mini workshop mengingat pengetahuan dan wawasan yang didapatkan nantinya akan bermanfaat sekali saya terapkan untuk keluarga.

Dampak Sosial Aksi Tim Kaizen

apresiaksi

Senang sekali saat digelarnya mini workshop, para peserta antusias dan ingin agar acara sejenis dapat kami adakan lagi. Selain acara seperti ini, setiap harinya secara terjadwal kami mengunggah konten edukasi rutin di media sosial Instagram, Facebook, dan Website.

flyer acara

saat berlangsungnya mini workshop, jumlah peserta 40-an orang dan solid hingga akhir

Tim Kaizen sesaat setelah acara usia, kami mengapresiasi keberhasilan


Analisis Dampak Sosial untuk Aksi Tim Kaizen


jurnal  7


Masalah komunikasi produktif bersama digital native yang ada di rumah-rumah kami, dihadapi pula di banyak rumah lainnya. Untuk itu guna mendukung terciptanya masyarakat terdidik dan memiliki pola pikir maju, kami mengawali langkah kecil ini dengan konsisten mengadakan kegiatan-kegiatan seperti ini.

Theory of Change

jurnal apresiaksi

Berbekalkan sumber daya pendukung yang kami miliki, berupa HP, laptop, jaringan internet, akun media sosial, website, dan fasilitas Zoom Pro, maka kami akan terus menghelat acara edukatif, yang ber-impact pada terwujudnya pendidikan bermutu, tidak saja anak-anaknya tetapi yang terpenting adalah orang tua.

The Logic Model

jurnal ibu pembaharu

Kami merinci input, aktivitas, output, outcome, dan impact di dalam tabel di atas. 

Manajemen Risiko

jurnal bunsal


Insyaallah Kami Akan Melanjutkannya


jurnal ketujuh

Ke depannya kami akan terus melanjutkan aksi-aksi kami dengan lebih baik lagi, agar memberikan output, outcome, dan impact bagi diri sendiri keluarga, banyak keluarga Indonesia.

Semangat TIM KAIZEN!!!


Alhamdulillah senang sekali pekan ini saya mendapatkan pasangan review jurnal yaitu buddy yang merupakan member satu grup WhatsApp 13 yang mengusung tema sama, Pendidikan Bermutu. Namanya Mbak Denik Patminarsih atau biasa disapa Mbak Denik, berasal dari IP Batam, dan tergabung ke dalam grup MaCan Kekar. 

Tim MaCan Kekar ini concern terhadap topik permasalahan Komunikasi dengan Pasangan. Saya pikir ini sangat menarik dan pasti banyak yang menantikan gebrakan dari MaCan Kekar. Sebab akan menjadi suatu solusi bagi pasangan suami istri yang belum memahami arti penting dan cara berkomunikasi produktif.

jurnal aksi untuk solusi


Sebagai member tim yang sama-sama mengangkat isu mengenai pendidikan berkualitas, berbagai usaha dilakukan Mbak Denik demi menyukseskan pelaksanaan agenda tim, salah satunya dengan posting konten di media sosial dan website.

Denik Patminarsi
Selain itu Mbak Denik tidak pernah absen dalam melakukan tugasnya secara konsisten sehingga diharapkan pesan-pesan baik dan mendidik dalam membina komunikasi yang produktif antara pasangan suami istri, dapat menjadi solusi bagi permasalahan rumah tangga dewasa ini. Yang jika tidak diselesaikan dengan memperbaiki cara berkomunikasi, akan berdampak pula pada pendidikan anak-anak di dalam rumah tangga.
my buddy

Kesimpulan

Jurnal Mbak Denik baik sekali, mencakup semua template sebagaimana yang dipersyaratkan, diisi dengan sesuai fakta dan aksi yang telah beliau lakukan. Semangat dan sehat selalu ya sekeluarga, My Buddy.

Ah, buddy saja jurnal pekan ini ternyata... sesama member Grup 13 Pendidikan Bermutu. Keren kaaan. Alhamdulillah ^^.

#materi6

#aksiuntuksolusi

#bundasalihah

#hexagonecity

#ibupembeharu

#darirumahuntukdunia

#instituteibuprofesional

#semestaberkaryauntukindonesia



Saatnya Tim Kaizen Beraksi - Alhamdulillah meski 1 hari hanya 1 progress, kami secara bergantian dan bersama-sama bahu membahu mengerjakan project Komunikasi Produktif Keluarga Adaptif.

anggota tim kaizen
Ini squad Tim Kaizen


Gantt Chart

Management Tool yang kami pilih adalah Wrike. Setelah mencoba menggunakan Dischord dan Trello kok sepertinya lebih mudah dioperasikan dan sesuai dengan kebutuhan tim kami, Wrike ini. Maka kami memutuskan memakai tool Wrike ini saja.


TO DO List Agenda

Alhamdulillah kami sudah punya jadwal posting untuk menjaga konsistensi mengunggah di media sosial Instagram @timkaizen. Saya kebagian hari Rabu, berikut website-nya juga. Pekan lalu, posting artikel perdana yang berjudul Penyebab Anak Malas Ngomong Jujur Ke Orang Tua



yang harus diselesaikan

Hunting

Semangat berkontribusi membuat kami saling berlomba menjemput amanah, meski semuanya didera kesibukan masing-masing. Seperti untuk virtual meeting tim, saya memfasilitasi tim dengan Zoom Pro, sekaligus menjadi notulanya. 

Lalu insyaallah untuk mini workshop tanggal 27 November nanti, mudah-mudahan tidak berbenturan dengan kuliah S3 saya yang jadwalnya suka ganti mendadak, akan menggunakan Zoom Pro saya juga. 

template 2


Insyaallah siap untuk berkongres!

twibbon kongres ibu pembaharu


Isu pendidikan bermutu sangat relevan dengan komunikasi produktif. Karena kunci orang tua bisa mengarahkan dan membimbing putra-putrinya jika komunikasi di antara keduanya berjalan dengan lancar tanpa penghalang psikologis, teknis, dan sebagainya.

Inilah yang kami usung bersama-sama, doakan kami bisa berhasil dalam melaksanakan project demi project yaa, terima kasih.

Salam ibu pembaharu!

Alhamdulillah wa syukrulillah sampai juga di jurnal 5, kali ini saya berpasangan dengan Mba Suchrisyanti Ari Santi sebagai My Buddy. Beliau disapa Mba Santi dari IP Bekasi. 

Senang deh kali ini saya kembali bisa menghubungi buddy duluan lagi. Dua jurnal sebelulmnya sempat saya yang dihubungi terlebih dahulu. 

Alhamdulillah bagus juga Bu Septi membuat sistem review pasangan buddy per jurnalnya seperti ini. Saya jadi tambah kenal terus sama teman-teman kampus yang jumlahnya ratusan ini.

My buddy jurnal 5

Menurut saya jurnalnya Mba Santi dan tim ini sudah baik sekali. Tergambar proses diskusi untuk merumuskan highlight dan key updatesnya. Hanya saja jika boleh memberikan masukan, sebaiknya ada ciri khas yang membedakan Tim Rumah Macca tempat belajar ibu dan anak ini, dengan influencer parenting lainnya. 

Belajar crafting-kah, bahasa, softskill dan sebagainya. Atau memang sengaja dibuat umum saja agar bisa belajar semuanya? Terpulang kembali pada Mba Santi dan tim.

Kalau kita mengamati dunia bisnis, biasanya bisnis yang berpeluang besar untuk balik modal dan meraih keuntungan (sebagai tujuan bisnis itu sendiri), adalah bisnis yang punya unsur pembeda dari bisnis yang sudah ada selama ini. Sehingga menarik perhatian orang-orang yang membutuhkannya.

Demikian review dari saya, mohon maaf semisal kurang berkenan, terima kasih, tetap semangat yaa My buddy, Mba Santi, salam buat teman-teman Rumah Macca lainnya.


Newer Posts Older Posts Home

Search

ABOUT ME

Pecinta buku dan pembelajar seumur hidup

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Kiat Sukses Kuliah Bagi Mahasiswa Baru
  • Kontak Saya
  • Mewaspadai Maraknya Penculikan Anak
  • Merefleksi Emansipasi Kartini
  • Menumbuhkan Motivasi Internal
  • Ketika Honor Mediator Dianggap Horor
  • Vonis Sandal Jepit Ditinjau dari Sudut Pandang Sosiologi Hukum
  • Kasus Mesuji dan Kegagalan Reformasi Agraria
  • Review Kedua: Jurnal Membangun Tim Yang Solid
  • Membangun Struktur Organisasi Kota Hexagon Dengan Bahagia

Pageview

Archives Blog

  • ▼  2023 (2)
    • ▼  February (1)
      • Belajar Podcast Di Tahun 2023
    • ►  January (1)
  • ►  2022 (4)
    • ►  December (1)
    • ►  April (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2021 (22)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)
    • ►  July (2)
    • ►  March (2)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2020 (34)
    • ►  December (3)
    • ►  November (1)
    • ►  October (4)
    • ►  September (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (4)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (4)
    • ►  February (12)
  • ►  2019 (1)
    • ►  October (1)
  • ►  2014 (1)
    • ►  February (1)

Categories

  • Aktivitas 2
  • BIntang Penjelajah 1
  • Bunda Produktif 12
  • Campus Life 3
  • Catatan 5
  • Dongeng 1
  • Ibu Pembaharu 14
  • Ibu Profesional 8
  • Ide 1
  • Inspirasi 4
  • Law Studies 1
  • Parenting 3
  • Psikologi 1
  • Sambut Semai 2020 2
  • Tahap Kupu-Kupu 6
  • Tips 1
Nurhilmiyah. Powered by Blogger.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Follow Me

@nurhilmiyah14

Copyright © Catatan Ide dan Inspirasi. Designed by OddThemes