Berbahagia Di Rumbel Literasi IP Sumut

Aliran rasa di babak main II ini saya dan keluarga diuji dengan anak keempat yang sakit pertengahan November lalu. Itu pula sebabnya aliran rasa saya unggah melalui media sosial Instagram @nurhilmiyah14

Tidak berpanjang lebar seperti biasanya melalui blog. Aliran rasa saya ketik di keypad HP di tengah-tengah menjaga infus anak agar tetap menetes teratur cairan infusnya. Syukur Alhamdulillah Rausyan telah sembuh seperti sedia kala sekarang.


Rumbel Literasi IP Sumut


Mengapa memilih Rumbel Literasi

Kecintaan saya pada dua kegiatan, membaca dan menulis Alhamdulillah tetap konsisten sejak zaman SD sampai kini punya anak nomor tiga yang duduk di usia SD. Rasanya senang saja berkumpul bersama orang-orang yang memiliki kecenderungan sama yaitu suka menulis. 

Di regional lain namanya Rumbel Menulis. Regional Sumut menetapkannya menjadi Rumlit atau Rumbel Literasi sama seperti Regional IP Asia, IP Bandung, dan IP Jogja. Masih banyak lagi regional yang menggunakan nama Rumlit.

Saya merasa terwadahi saja ketika bersama teman-teman membicarakan buku apa saja yang sudah tamat dibaca, sekarang sedang ikut proyek menulis ini, akan datang menulis itu, dan sebagainya. Sayangnya, belum lama bergabung dengan IP Sumut, 2017-2018, belum sempat merasakan program-program rumbelnya, Regional Sumut mengalami suksesi serah-terima kepemimpinan.

IP Sumut New Chapter 


Terkadang terselip rasa mupeng ingin seperti Rumlit IP Bandung Raya yang anggotanya bejibun itu. Namun apa daya, harus realistis menapak bumi. Kepengurusan New Chapter (NC) yang membagi tiga komponen IP. 
  1. Kampung Komunitas
  2. Himpunan Alumni (HIMA)
  3. Sejuta Cinta
Member IP Sumut yang tidak begitu banyak semakin ramping dengan pengelompokan NC. Namun dengan begini insyaallah lebih efektif. Sebab meski sedikit member, diharapkan memberantas SR (Silent Reader/Slow Response) di dalam komunitas.

Tips Berbahagia dalam Berkomunitas


Pengalaman menjadi member sekaligus pengurus di IP Sumut mengerucutkan pemahaman saya sehingga melahirkan tips berbahagia dalam berkomunitas. Baik di komponen Kampung Komunitas ini, maupun Rumbel Literasi secara khususnya.

Luruskan Niat

Di rumlit jika menginginkan materi atau popularitas, itu tidak akan pernah dapat diperoleh. Sebaliknya, malah diminta memberikan sumbangsih pemikiran agar rumbel tetap eksis, dan produktif. Jadi sedari awal sebaiknya menata niat sebaik-baiknya. 

Proaktif, jangan pasif

Jangan harap nanti banyak program mercusuar, sebaliknya program di Rumlit simpel dan kecil-kecil saja. Mengapa? Member membutuhkan penguatan konsistensi dalam menulis. Jadi jika program terasa vakum, atau kurang greget, ayo bantu ketua rumbelnya, jangan pasif hanya nrimo saja.

Selalu berprasangka baik

Berkomunitas di zaman digital ini tantangannya unik sekali. Kita memang lebih banyak chatting ketimbang telepon apalagi tatap muka di masa pandemi seperti sekarang ini. Jadi jika merasa seseorang kurang sreg dalam membalas pesan atau ketus dan tidak sesuai dengan yang diinginkan, misalnya. Berhusnuzon saja. Mungkin esok lusa jalinan silaturahim dengannya akan lebih berkilau lagi.

Luangkan waktu untuk rumbel

Semua orang sudah punya kesibukan dan rutinitas sebelum join di IP. Saya sendiri dengan profesi sebagai istri, ibu 4 anak (dengan yang bungsu berusia 3,5 tahun), dosen PNS Dpk di salah satu kampus swasta terbesar di Sumatera, terus terang rasanya hampir-hampir tak bisa berkomunitas. Tetapi demi kecintaan terhadap kegiatan literasi, saya mencoba meluangkan waktu meski tidak banyak dalam seminggu.

Bersedia mengakui kesalahan

Mengaku salah jika benar salah itu perlambang memiliki jiwa besar dalam diri. Namun untuk sikap mental yang lebih sehat, lebih baik bersedia saja mengakui kesalahan atau kekeliruan jika ada, ketimbang escaping tidak bertanggung jawab sama sekali. Toh, kita adalah manusia biasa yang lazimnya merupakan tempat salah dan dosa. Asalkan jika salah berkomitmen tidak akan mengulang kembali kesalahannya itu. Nah, lebih plong kan jadinya. 

Tak pernah berhenti belajar

Semua murid semua guru, itu falsafah yang dicamkan sekali dalam berkomunitas di IP. Jadi tidak ada istilahnya si anu lebih pandai dari yang lain lalu boleh bersikap arogan. Mesti ditanamkan dalam diri agar senantiasa merasa diri belum apa-apa, rendah hati dan menekan ego diri.Jadi ingat kata-kata bijak dari Steve Jobs, Stay hungry, stay foolish.

Penutup

Saya membalas pantun dulu ya,

Jalan-jalan ke Pajak Melati
Singgah sebentar membeli terasi
Babak main dua berhasil dilewati
Jangan ragu mari bergabung di Rumbel Literasi

Demikian aliran rasa di babak main 2 ini, terima kasih pada  para yunda Tim Sambut Semai dan yunda di Regional Sumut. Mari berkomunitas dengan bahagia, salam cinta buat para bunda semuanya.





0 comments

Pesan dimoderasi. Terima kasih telah berkomentar. "You are what you comment"